Jumat, 13 Januari 2012
E-Commerce
Perdagangan melalui Jaringan Elektronik
Pendahuluan
Perdagangan adalah salah satu upaya manusia untuk dapat mengembangkan
pekerjaan untuk dapat mendapatkan upah untuk mebiayai kebutuhan
sehari-hari dari hasil perdagangan tersebut. Dan perdagangan itu lebih
identik dengan usaha dagang, yang artinya membeli produk kemudian dijal
kembali tanpa mengganti nama produk tersebut, dan itu artinya adalah
cara pemikiran orang sempit, karena perdagangan itu sendiri sebenarnya
memang adalah sebuah aktifitas bagaimana barang itu di dapat, juga
diproses, kemudian diperjual-belikan, juga adanya aktifitasm produk,
dsb. Kesimpulannya adalah perdagangan mencangkup sebuah aktifitas
mendapatkan uang.
Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
Berdagang merupakan wirausaha, dan melalui jaringan elektronik
merupakan salah satu cara pemasaran, inovasi yang dikembangkan untuk
mempermudah dalam penjualan produk yang ditawarkan.
Perkembangan ini memang diikuti dengan kemajuan teknologi, sehingga
mempermudah user untuk dapat menggunakan media yang mendukung
perdagangan melaui jaringan elektronik.
Ada pun beberapa Manfaat yaitu:
1. Menjadikan pelayanan pelanggan lebih baik
2. Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan
3. Pengembalian atas investasi pemegang saham dan pemilik meningkat (dikarenakan menggunakan system pesan-antar)
Kendala :
1. Keraguan pembeli apakah benar produk yang ditawarkan benar atau tidak, atau sulitnya mendapat kepercayaan dari pembeli.
2. Penipuan, terkadang ada juga yang mengaku pembeli tetapi ternyata
berkedok penipuan. Untuk menghindarinya adalah dengan cara
mempersilahkan terlebih dahulu untuk pembeli mentransfer sejumlah uang
terlebih dahulu untuk mengurangi resiko penipuan, dan memang sperti
kendala pertama diatas.
3. Harus update barang sesering mungkin.
4. Cara yang sama digunkan perusahaan untuk ikut dalam keramaian
perdagangan melalui jaringan elektronik, sehingga memang resiko keraguan
pembeli dan penipuan pembeli adalah karena hal ini.
Strategi Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik adalah strategi yang
elemen-elemennya dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Strategi
ini adalah system antar organisasi (IOS). Istilah lain adalah EDI yaitu
pertukaran data elektronik. Pertukaran data elektronik adalah suatu cara
untuk mencapai system antar organisasi.
Strategi yang paling penting adalah strategi yang elemen-elemennya
dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Nama yang berkaitan dengan
strategi ini adalah sistem antar-organisasi (IOS). EDI merupakan subset
dari IOS.
Sistem Antar Organisasi (IOS)
Adalah suatu kombinasi perusahaan-perusahaan yang terkait sehingga
mereka berfungsi sebagai satu sistem tunggal; yang bekerja sama untuk
mencapai tujuan bersama. Perusahaan-perusahaan yang membentuk IOS
disebut mitra dagang atau mitra bisnis.
Manfaat IOS terbagi dalam dua kategori :
1. Efisiensi Komparatif :
- Efisiensi Internal
- Efisiensi antar-organisasi
2. Kekuatan Tawar Menawar
- Keistimewaan produk yang unik
- Penurunan biaya yang berhubungan dengan pencarian
- Peningkatan biaya peralihan
Pertukaran Data Elektronik (EDI)
Adalah transmisi data dalam bentuk yang terstruktur dan dapat dibaca
mesin secara langsung dari computer-ke-komputer diantara beberapa
perusahaan.
- Hubungan EDI yang Umum
Membentuk kaitan antara perusahaan dan pemasoknya (supply side) dan kaitan antara perusahaan dengan pelanggan (customer side)
Set transaksi adalah suatu jenis dokumen tertentu seperti faktur.
EDI memungkinkan terjadinya Pengisian Kembali Persediaan oleh Penjual dan Transfer Dana secara Elektronik
- Standar EDI
Standar yang digunakan di Amerika Utara dinamakan ANSI ASC X12. Standar Internasional dinamakan EDIFACT.
- Tingkat Penerapan EDI
Manfaat EDI:
1.Manfaat Langsung : manfaat yang berasal dari teknologi
2.Manfaat Tidak Langsung adalah manfaat lain yang dihasilkan dari manfaat langsung.
Hubungan manfaat langsung dan tidak langsung :
- Mengurangi Kesalahan
- Mengurangi biaya
- Meningkatkan efisiensi operasional
Teknologi Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
Pilihan Teknologi :
1. Sambungan Langsung (direct connectivity), bekerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi
2. Jaringan Bernilai Tambah ( value-added network), jaringan ini
disediakan oleh penjual yang bukan hanya menyediakan sirkuit tetapi juga
menyediakan banyak jasa yang diperlukan untuk menggunakan sirkuit itu
bagi EDI.
3. Internet, memungkinkan suatu jaringan komunikasi global yang tidak
hanya menghubungkan para mitra dagang tetapi juga mencakup para
pelanggan.
4. Perkembangan Internet
Pemerintahan AS tahun 1979 membentuk suatu jaringan dinamakan
ARPANET, berbagai upaya dimulai tahun 1989 yang mengarah kepada World
Wide Web.
Tujuan ARPANET, untuk memeungkinkan personil militer dan periset sipil bertukar informasi yang berkaitan dengan hal-hal militer.
- Meningkatkan hubungan dengan mitra dagang
- Meningkatkan pelayanan pelanggan
World Wide Web
adalah ruang informasi di internet tempat dokumen-dokumen hypermedia
disimpan dan dapat diambil melalui suatu skema alamat yang unik.
Web Page, mengacu pada suatu file hypermedia yang disimpan di suatu Web Site, yang diidentifikasikan oelh satu alamat yang unik.
Home Page, mengacu pada halaman pertama dari suatu Web Site.
URL (Universal Resource Locator) , mengacu pada alamat dari suatu Web Page, terdiri dari :
- Protocol adalah satu set standar yang mengatur komunikasi data. HTTP adalah protocol untuk hypertext,
- Domain Name adalah alamat Web Site tempat Web Page disimpan
- Path dapat mengidentifikasi suatu account tertentu di Web site dan hypertext mark up language (HTML).
-FTP (File Transfer Protocol) , mengacu pada perangkat lunak yang
memungkinkan orang menyalin file ke computer yang digunkan dari Web Site
mana saja.
• Keamanan Internet
Firewall dapat memberikan berbagai tingakatan keamanan, tergantung jenisnya. Ada tiga jenis firewall :
1. Packet Filtering Firewall
Tembok api atau dinding api adalah sebuah sistem atau perangkat yang
mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan
mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Tembok-api umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap
siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak
luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada
sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda.
Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan
juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan
terhadap modal digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi hakikat.
2. Circuit-Level Firewall
Firewall-CircuitLevelFirewall.png (494 × 380 piksel, ukuran berkas: 24 KB, tipe MIME: image/png)
3. Application-Level Firewall
bentuk firewall yang mengontrol masukan , keluaran , dan / atau akses dari, ke, atau oleh sebuah aplikasi atau layanan. Ini beroperasi dengan memantau dan berpotensi memblokir input, output, atau panggilan layanan sistem yang
tidak memenuhi kebijakan dikonfigurasi firewall. Aplikasi firewall
biasanya dibangun untuk mengendalikan semua lalu lintas jaringan pada
setiap lapisan OSI ke lapisan aplikasi . Hal ini dapat mengontrol aplikasi atau layanan khusus, tidak seperti stateful firewall jaringan yang
– tanpa software tambahan – mampu mengendalikan lalu lintas jaringan
tentang aplikasi tertentu. Ada dua kategori utama dari firewall
aplikasi, berbasis jaringan aplikasi firewall danfirewall berbasis host
aplikasi .
Minggu, 25 Desember 2011
Keamanan dan Kontrol Sistem Informasi
Pendahuluan.
Definisi
Keamanan sendiri adalah proteksi perlindungan atas sumber-sumber fisik
dan konseptual dari bahaya alam dan manusia. Keamanan terhadap sumber
konseptual meliputi data dan informasi. Keamanan sendiri mempunyai
tujuan-tujuan yang di maksudkan untuk mencapai tujuan utama,yaitu:
1. Kerahasiaan, perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari orang-orang yang tidak berhak.
2. Ketersediaan, tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya.
3. Integritas, semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.
Pengendalian Akses dicapai melalui suatu proses 3 langkah, yang mencakup :
1. Indentifikasi User.
2. Pembuktian Keaslian User.
3. Otorisasi User.
Pembahasan.
Pentingnya Pengendalian Sistem Informasi.
Di
dalam tindakan atau perilaku pada system informasi,sangatlah
dibutuhkan/pentingnya pengendalian keamanan dan control,karena bertujuan
untuk memastikan bahwa CBIS(Computer Based Information System) telah
diimplementasikan seperti yang direncanakan,system sendiri telah
beroperasi seperti yang dikehendaki,dan operasi tetap dalam keadaan aman
dari penyalahgunaan atau gangguan komunikasi. Maka dari itu kita harus
mempunya security dalam system informasi. Tugas control CBIS Kontrol
CBIS mencakup semua fase siklus hidup. Selama siklus hidup, kontrol
dapat dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan
pengembangan, disain dan operasi.
Manajer dapat memperoleh kontrol dalam ketiga area secara langsung melalui ahli lain, seperti auditor.
Tugas Pengendalian dalam Sistem Informasi Berbasis Komputer.
- Kontrol Proses Pengembangan.
Artinya
yaitu dimana pada Sistem informasi kita juga dapat mengembangkan atau
memastikan apa saja yang dibutuhkan dalam CBIS dan bagaimana cara
mengimplementasikan itu dapat memenuhi sebuah kebutuhan pemakai. Pemakai
disini artinya orang yang terlibat atau orang yang mengoperasikan CBIS
tsb. Adapun yang termasuk dalam control pengembangan yakni:
1. Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase perencanaan dengan cara membentuk komite MIS
2. Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi CBIS
3. Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi operasi CBIS.
4. Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar CBIS
5. Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima,
6. Manajemen
melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah
penggantian dan secara berkala meninjau CBIS untuk memastikan apakah ia
memenuhi kriteria penampilan.
7. Bagian
pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan
memodifikasi CBIS dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.
- Kontrol Disain Sistem
Selama
fase disain dan analisis dari siklus hidup system, Analis System, DBA
dan Manajer Jaringan membangun fasilitas kontrol tertentu dalam disain
system. Selama fase implementasi, programmer menggabungkan kontrol
tersebut ke dalam system. Disain system dikontrol dengan cara
menggabungkan kontrol software menjadi lima bagian pokok, yaitu :
® Permulaan Transaksi
Tahap-tahap yang harus dilakukan pada permulaan transaksi terdiri atas:
1. Permulaan Dokumen Sumber
2. Kewenangan
3. Pembuatan Input Komputer
4. Penanganan Kesalahan
5. Penyimpanan Dokumen sumber
® Entri Transaksi
Entri transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat
dibaca oleh computer. Kontrol ono berusaha untuk menjaga keakuratan data
yang akan ditransmisikan ke jaringan komunikasi atau yang akan
dimasukan secara langsung ke dalam computer. Area kontrolnya meliputi
atas:
1. Entri Data
2. Veriifikasi Kesalahan
3. Penanganan Kesalahan
4. Penyeimbang batch
® Komunikasi Data
Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang resiko keamanan
yang lebih besar dari pada computer yang ada di dalam suatu ruangan.
Area control ini terdiri dari:
1. Control pengiriman pesan
2. Control saluran (channel) komunikasi
3. Control penerimaan pesan
4. Rencana pengamanan datacom secara menyeluruh
® Pemrosesan Komputer
Pada umumnya semua elemen control pada disain system selalu dikaitkan
dengan pemasukan data ke dalam computer. Area control pada pemrosesan
computer terdiri dari:
1. Penangan Data
2. Penangan Kesalahan
3. Database dan Perpustakaan software
Sebagian besar control database dapat diperoleh melalui penggunanaan system manajemen database.
® Output Komputer
Komponen subsistem ini bertanggung jawab untuk mengirimkan produk
(output) kepada pemakai (user). Yang termasuk dalam area ini adalah:
1. Penyeimbang operasi computer
2. Distriibusi
3. Penyeimbang departemen pemakai
4. Penanganan kesalahan
5. Penyimpanan record
Berikut ini gambaran dari output computer dalam CBIS
- Kontrol Pengoperasian Sistem
Kontrol
pengoperasian system didasarkan pada struktur organisasional dari
departemen operasi, aktivitas dari unit yang ada dalam departemen
tersebut.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi lima area :
1. Struktur organisasional
2. Kontrol perpustakaan
3. Pemeliharaan peralatan
4. Kontrol lingkungan dan kemanan fasilitas
5. Perencanaan disaster, meliputi area :
- Rencana keadaan darurat (emergency plan)
- Rencana back-up (backup plan)
- Rencana record penting (vital record plan)
- Rencana recovery (recovery plan)
Kesimpulan.
Dari
artikel yang saya buat di atas saya menyimpulkan bahwa Pentingnya dalam
Membuat keamanan(security) dalam control system Informasi,karena selain
kita bias terlindungi,kita juga bias membackup data kita di dalam
fungsi ini.
Daftar Pustaka.
Jumat, 09 Desember 2011
Evolusi Dari Computer Based Information System
1. Jelaskan evolusi dari Computer
Based Information System!
Computer Based Information System
(CBIS)
A.
Pengertian CBIS
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut. Data Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi. Informasi Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan. Sistem Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut. Sistem Informasi Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,system informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Berbasis Komputer Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut. Data Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi. Informasi Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan. Sistem Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut. Sistem Informasi Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,system informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Berbasis Komputer Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Sub Sistem
dari Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sub sistem dari CBIS adalah :
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Automasi Kantor (Virtual Office)
5. Sistem Pakar
Sub sistem dari CBIS adalah :
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Automasi Kantor (Virtual Office)
5. Sistem Pakar
2. Jelaskan manfaat dan kendala yang
dapat diantisipasi dari E-Commerce
E-Commerce
(electronic commerce) merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat
seiring dengan kehadiran internet dalam kehidupan kita. Ecommerce sendiri
berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah
berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan
komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media
elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan /
perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan
perniagaan. E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu:
· Business to business (B2B): Bisnis antara perusahaan dengan
perusahaan lain
· Business to consumer (B2C): Retail, sifatnya melayani
pelanggan yang bervariasi
· Consumer to consumer (C2C): Sifatnya lelang (auction)
· Government: G2G, G2B, G2C :melakukan layanan terhadap
perusahaan untuk keperluan bisnis hingga melayani masyarakat
MANFAAT
DAN KENDALA E-COMMERCE
Manfaat
yang diantisipasi dari Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik:
- Pelayanan pelanggan yang lebih baik.
- Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan yang lebih baik.
- Pengembangan atas investasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat.
- menekan biaya barang dan jasa,
- serta dapat meningkatkan kepuasan konsumen sepanjang yang menyangkut kecepatan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan kualitas yang terbaik sesuai dengan harganya
- memperpendek waktu produk cycle
- meningatkan Value Chain
- meningkatkan costumer loyality
- dan melebarkan jangkauwan.
Secara
ringkas keuntungan e-commerce tersebut adalah sebagai berikut :
- Bagi Konsumen : harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.
- Bagi Pengelola bisnis : efisiensi, tanpa kesalahan, tepat waktu
- Bagi Manajemen : peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan.
Kendala
Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik:
- Jumlah penduduk Indonesia sebanyak 220 Juta jiwa, tetapi jumlah pengguna internet di Indonesia sekitar 5-7 juta orang. Jumlah tersebut belum lagi dipecah menjadi, pengguna aktif, pengguna yang mengerti browsing (karena ada pengguna yang hanya membuka email untuk kebutuhan komunikasi), pengguna yang mengerti e-commerce, atau pengguna pemula. Kalaupun ada kelompok yang mengerti e-commerce, harus dibagi lagi menjadi, berapa orang yang nyaman berbelanja online, berapa orang yang punya kartu kredit, berapa orang yang percaya dengan kualitas, karena barang tidak dilihat lansung.
- Selain membuahkan hasil, bisnis di internet juga banyak yang rontok, banyak sekali pelaku bisnis di internet yang gulung tikar karena tidak sanggup bersaing dan tidak memiliki inovasi dan kreatifitas.
- Banyaknya kriminalitas di internet, seperti card froud (pencurian akses kartu kredit). Hal ini membuat orang konsumen malas berbelanja online. Walaupun sebagian besar toko online menerima pembayaran melalui transfer antar bank.
- Budaya orang Indonesia yang merasa tidak nyaman kalo berbelanja hanya dengan melihat katalog produk, tanpa menyentuh, apalagi mencoba-coba. Bayangkan saja, berapa orang ibu-ibu yang pergi ke toko butik, dan menyentuh baju atau tas, lalu coba sana dan coba sini, trus ibu-ibu tersebut bilang sama yang punya toko, “maaf pak, bajunya gak cocok sama saya”. Konon lagi konsumen e-commerce hanya mengandalkan katalog.
- Infrastruktur internet tidak merata di seluruh Indonesia, khususnya desa-desa. Toko anda akan buka 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Artinya setiap hari anda harus mengecek apakah ada pesan yang masuk dari konsumen anda, bayangkan kalo anda ingin berlibur ke desa, atau pulang kampung ke desa yang tidak ada akses internetnya?. Bisa jadi konsumen anda kehilangan kepercayaan terhadap toko anda. Atau mungkin anda ingin memasang plang dengan tulisan “Maaf!!! sedang berlibur ke daerah yang tidak terkoneksi internet”.
- Jasa kurir yang tidak terjangkau daerah tertentu. Banyak sekali konsumen yang kecewa ketika ingin memilih daerah tujuan pengiriman barang, mereka menemukan tulisan “Maaf!! tujuan pengiriman yang anda inginkan belum bisa dilayani”. Bayangkan kecewanya pelanggan anda.
3. Jelaskan model yang digunakan
dalam Model Sistem Umum Perusahaan
Definisi
Model : Model adalah penyederhanaan (abstraction)dari sesuatu. Model
mewakili sejumlah objek atau aktivitas yang disebut dengan entitas (entity).
Manajer menggunakan model untuk memecahkan permasalahan.
Model
mewakili sejumlah objek atau aktifitas yang disebut entitas.
JENIS-JENIS
MODEL :
1. Model Fisik ; penggambaran
entitas dalam bentuk 3 dimensi.
2. Model Naratif ; menggambarkan
entitas secara lisan atau tulisan.
3. Model Grafik ; menggambarkan
entitas dengan sejumlah garis atau symbol.
4. Model matematika ; sebagian besar
perhatian dalam pembuatan bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada
model matematika. Keunggulannya, ketelitian dalam menjelaskan hubungan antara
berbagai bagian dari suatu objek.
KEGUNAAN
MODEL :
1. Mempermudah Pengertian, suatu
model pasti lebih sederhana dari pada entitasnya. Entitas lebih mudah
dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang
sederhana.
2. Mempermudah Komunikasi, setelah
problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu sering pula dikomunikasikan
pada orang lain.
3. Memperkirakan Masa Depan,
ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat
memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan model-model jenis lain.
MODEL
SISTEM UMUM”
Sistem
Fisik :
merupakan
sistem terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya
fisik.
Arus
sumber daya fisik yang mengalir :
· Arus material.
Material-material
input diterima dari pemasok bahan baku dan komponen rakitan. Material
ini
disimpan di tempat penyimpanan sampai dibutuhkan dalam proses transformasi.
· Arus personil.
Input
personil berasal dari lingkungan. Calon pegawai berasal dari masyarakat
setempat dan mungkin dari serikat buruh pesaing. Input personil ini biasanya
diproses oleh fungsi sumber daya manusia, kemudian ditugaskan ke berbagai
bidang fungsional.
· Arus mesin.
Mesin-mesin
diperoleh dari pemasok, dan biasanya berada di perusahaan untuk jangka waktu
lama (3 – 20 tahun atau lebih). Namun, akhirnya semua mesin dikembalikan kepada
lingkungan dalam bentuk tukar tambah dengan model baru, atau sebagai rongsokan.
· Arus uang.
Uang
terutama diperoleh dari para pemilik, yang menyediakan modal investasi, dan
dari para pelanggan perusahaan yang memberikan pendapatan penjualan. Sumber
lainnya mencakup lembaga keuangan,
2.
Sistem Konseptual,
Sebagian
sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi tidak.
Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut “Lingkaran
Umpan Balik” yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari
sistem ke mekanisme pengendalian begitu pula sebaliknya.
a. Sistem Lingkaran Terbuka.
Adalah
suatu sistem tanpa lingkaran umpan balik atau mekanisme pengendalian.
Perusahaan-perusahaan
tersebut menggunakan sistem terbuka, tetapi umpan balik dan mekanise
pengendaliannya tidak bekerja sebagaimana mestinya.
b. Sistem Lingkaran Tertutup.
Adalah suatu sistem yang memiliki
lingkaran umpan balik dan mekanisme
pengendalian. Sistem tersebut dapat
mengendalikan output-nya dengan membuat penyesuaian-penyesuaian pada input-nya.
Hal tersebut ditunjukka Pengendalian Manajemen; pihak manajemen menerima
informasi yang menggambarkan output
sistem. Pengolah Informasi;
Perjalanan informasi tidak selalu dari sistem fisik kepada manajer. Para
manajer memperoleh informasi dari sistem yang menghasilkan informasi dari data
yang terkumpul.
4.Apa yang anda ketahui tentang konsep Management By
Exception,jelaskan
Management by exception
Standar
dikombinasikan dengan output informasi dari pengolah informasi, memungkinkan
manajer untuk melaksanakan management by exception. Management by
exception adalah suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat
dalam aktivitas hanya jika aktivitas itu menyimpang dari kinerja yang dapat
diterima. Agar manajer dapat mempraktekan management by exception, harus
ditetapkan standar dalam bentuk batas atas dan batas bawah kinerja yang dapat
diterima.
Management by exception memberikan tiga keuntungan dasar, yaitu :
1. manajer tidak membuang-buang
waktu untuk memantau aktivitas yang berlangsung secara normal.
2. karena lebih sedikit keputusan
yang dibuat, tiap keputusan dapat memperoleh perhatian lebih menyeluruh.
3. perhatian dipusatkan pada
peluang-peluang, maupun pada hal-hal yang tidak berjalan semestinya.
Namun
terdapat pula sejumlah kendala yang harus diketahui, yaitu :
- beberapa jenis kinerja bisnis tertentu tidak mudah ditentukan secara kuantitas sehingga standar tidak dapat ditetapkan.
- suatu sistem informasi yang memantau kinerja secara akurat sangat diperlukan.
- perhatian harus terus diarahkan pada standar untuk menjaga standar pada tingkat yang tepat.
- manajer tidak boleh pasif dan hanya menunggu batas kinerja lewat. Manajer harus bertindak memecahkan suatu permasalahan sebelum situasi menjadi tidak terkendali.
Management by exception merupakan kemampuan dasar yang disediakan CBIS. Dengan
membiarkan CBIS memikul sebagian tanggung jawab memantau sistem fisik, waktu
manajer dapat digunakan secara efektif.
Langganan:
Postingan (Atom)